Minggu, 27 Maret 2016

Softskill Bahasa Indonesia 2 : "Aspek Penalaran Dalam Karya Ilmiah"


1.    Kegiatan Menulis Sebagai Proses Bernalar
Menulis merupakan suatu pengungkapan pikiran yang dituangkan ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ide yang dituangkan oleh si penulis dapat berasal dari pengalaman dan pengetahuan atau pun imajinasi dari si penulis. Tidak hanya dalam bentuk tulisan yang berisi pengetahuan formal, tapi juga dapat berupa sebuah tulisan yang merupakan bagian dari inspirasi seseorang. Tidak harus berisi pendidikan, menulis juga dapat dituangkan dalam sebuah tulisan biasa sebagai hasil dari buah pikir setiap orang. Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses penalaran.
Menulis bukan hal yang sederhana, tetapi juga bukan hal yang berat. Menulis memerlukan perhatian yang serius dan totalitas pada saat menulis atau menuangkan gagasan dalam tulisan. Menulis adalah proses bernalar dimana sebelum menuangkan ide-idenya harus berfikir atau bernalar.
Novel, cerpen, puisi, serta pantun adalah beberapa bentuk tulisan dari buah karya seseorang yang dikembangkan sedemikian rupa sebagai hasil dari inspirasi yang mereka miliki. Setiap hari kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir vang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.

2.  Aspek Penalaran dalam Karya Tulis Ilmiah
Suatu karangan sesederhana apapun akan mencerminkan kualitas penalaran seseorang. Penalaran itu akan tampak dalam pola pikir penyusuan karangan itu sendiri. Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek. Kelima aspek tersebut adalah :

1.    Aspek Keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antar bagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan  dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.
2.    Aspek Urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatu yang harus didahulukan atau ditampilkan kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan). Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu. Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah.
3.    Aspek Argumentasi
Yaitu bagaimana hubungan bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat atau temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.
4.    Aspek Teknik Penyusunan
Yaitu bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten. Karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu, dan teknik ini bersifat baku dan universal. Untuk itu pemahaman terhadap teknik penyusunan karangan ilmiah merupakan syarat multak yang harus dipenuhi jika orang akan menyusun karangan ilmiah.
5.    Aspek Bahasa
Yaitu bagaimana penggunaan bahasa dalam karangan tersebut? baik dan benar? Baku? Karangan ilmiah disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis.

3.  Penalaran Induktif
Penalaran deduktif dapat diartikan sebagai suatu proses berpikir di mana orang memulai dari pernyataan yang umum menuju pernyataan yang khusus (spesifik) dengan menggunakan aturan-aturan logika yang dapat diterima. Contoh :
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Scorates adalah seorang manusia (premis minor)
Scorates pasti mati (kesimpulan)

Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
1.      Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu. Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:
·   Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman.
·    Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran

2.       Analogi
Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
·      Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia.
·         Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya.
·         Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.

3.      Hubungan Kausal (Sebab Akibat)
Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab.
Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh:
·     Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).
·         Seorang petani menanam berbagai jenis pohon dipekarangannya, tanaman tersebut dia sirami, dia rawat dan dia beri pupuk. Anehnya, tanaman itu bukannya semakin segar, melainkan layu bahkan mati. Tanaman yang mati dia cabuti. Ia melihat ternyata akar-akarnya rusak da dipenuhi rayap. Berdasarkan temuannya itu, petani tersebut menyimpulkan bahwa biang keladi rusaknya tanaman (akibat) adalah rayap (sebab).

4.  Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif dapat diartikan sebagai suatu proses berpikir di mana orang memulai dari pernyataan yang umum menuju pernyataan yang khusus (spesifik) dengan menggunakan aturan-aturan logika yang dapat diterima. Contoh :
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Scorates adalah seorang manusia (premis minor)
Scorates pasti mati (kesimpulan)
Penarikan kesimpulan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Dikatakan penarikan kesimpulan secara langsung bila ditarik dari satu premis, sedangkan bila ditarik dari dua premis disebut secara tidak langsung.
Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara

1.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu. Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya. Contoh:
Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir

2.      Entinem
Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami. Contoh:
Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap:
Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang sedang kesusahan
Premis minor : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yang kesusahan.

Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem, maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah orang yang sedang kesusahan.”

Perkembangan Teknologi Informasi Dan Sistem Informasi Dalam Kaitannya Dengan Dunia Bisnis Industri


Bagi dunia bisnis, saat ini telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang sudah pesat. Penerapan teknologi informasi sudah banyak diterapkan pada perusahaan perusahaan yang berskala nasional maupun swasta. Penerapan teknologi dan informasi ini menyebabkan perubahan dalam kebiasaan atau habit yang baru pada bidang bisnis. Pengaruh teknologi informasi secara tidak langsung memberikan solusi yang dapat membantu urusan bisnis secara ringkas dan tidak perlu lagi memakan biaya yang begitu besar. Seperti pengaruh teknologi dalam dunia bisnis yang memanfaatkan E-Commerce sebagai media perdagangan yang menggunakan media internet yang saat ini tidak sulit untuk dijangkau oleh semua kalangan. Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Melalui internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun dan dimanapun dia berada, untuk menunjang aktivitas bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi. Semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut manusia modern untuk bertindak dengan cepat pula, apabila kita tidak bisa mengikuti gerak cepat dari perkembangan teknologi informasi ini, kita bisa saja tertinggal jauh dibelakang.
Dari perkembangan teknologi tersebut dapat kita rasakan manfaat positifnya, yaitu :
  1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  2. Terjadinya industrialisasi.
  3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat
Oleh sebab itu teknologi informasi dan sistem informasi ini sangat berperan penting dalam menentukan daya saing dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis di masa yang akan datang. Sumber daya teknologi ini dapat digunakan oleh para pemimpin perusahaan dan karyawan untuk dapat mengetahui profil perusahaan, memudahkan kounikasi dengan manajer, memudahkan transaksi permodalan dan meningkatkan efisiensi kinerja 

Sabtu, 02 Januari 2016

Softskill Bahasa Indonesia : "Struktur Penlisan Ilmiah"

Struktur Penulisan Ilmiah
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PENERIMAAN SALES KARTU KREDIT

1.    BAGIAN AWAL
             Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan ilmiah yakni sebagai berikut :
A.       Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.
B.       Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
C.       Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.
D.    Abstraksi
Rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat atau dengan kata lain penyajian atau gambaran ringkas yang benar, tepat dan jelas mengenai isi suatu dokumen.
E.     Kata Pengantar
Berisi tuturan rasa terima kasih terhadap yang mahakuasa, tuturan rasa syukur terhadap orang-orang turut serta, keinginan penulis, serta doa.
F.      Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
G.    Halaman Daftar Tabel
H.    Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

2.    BAGIAN TENGAH
2.1 Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
A.    LATAR BELAKANG
(Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.)

Pada zaman dewasa ini perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat pesat dalam perkembangannya, terutama dalam bidang teknologi informasi. Hal ini dapat dirasakan keberadaannya serta manfaatnya diberbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu wujud nyata dari hasil teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang informasi adalah dalam bidang komputerisasi. Keberadaan komputer ditengah-tengah kehidupan manusia, sekarang ini sangat dibutuhkan bahkan sudah menjadi ketergantungan. Karena komputer dapat menunjang kelancaran pekerjaan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan dan keakuratan serta keefisiensian waktu, tenaga dan biaya.
Di era globalisasi saat ini, teknologi informasi maju dengan pesat di berbagai bidang, misalnya perkantoran bahkan di dalam dunia usaha sekalipun semakin menyadari kehadiran komputer ditengah-tengah lingkungan kerja mereka, yang merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Perkembangan teknologi komputer diiringi dengan semakin canggihnya sistem informasi yang berkembang dewasa ini.  
Demikian pula dengan Bank International Indonesia (BII) yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan. BII merasakan perlu adanya suatu sistem yang berbasiskan komputer dalam menangani permasalahan Database Sales, Team Leader dan Sales Manager yang merupakan sangat penting untuk memantau kinerja masing-masing team itu sendiri.
Melihat tugas dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh bagian Marketing BII untuk memantau kinerja team yang ada dicabang  dengan segala macam permasalahannya, maka BII membangun suatu sistem yang lebih canggih yaitu dengan menggunakan program java yang lebih canggih agar tidak perlu membuat laporan setiap minggu.
Sejauh ini sistem yang ada pada BII masih menggunakan ms office yang masih banyak kekurangan. Sehingga banyak pertanyaan yang timbul dari dalam maupun dari luar unit kerja ini. Apakah sistem pengolahan data sales, team leader, dan sales manager yang ada dicabang dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat untuk mengefisienkan pekerjaan yang ada di BII tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa jumlah pelamar yang mengajukan melamar banyak serta variabel bobot penilaian yang banyak juga, maka perlu dibangun aplikasi pendukung keputusan yang akan membantu penentuan siapa yang akan berhak untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Model yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMDAM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW), meskipun dengan alur algoritma yang sederhana menjadi pertimbangan dalam mengaplikasikannya menjadi perangkat lunak yang sesuai dengan waktu pembuatan tugas akhir. Bila dibandingkan dengan metode AHP atau metode pendekatan Subyektif – Obyektif metode FMDAM dengan SAW dalam hasil perangkingan terhadap kriteria dan bobot yang telah ditentukan relatif sama meskipun setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

B.     IDENTIFIKASI MASALAH
Berikut ini adalah  identifikasi masalah yang dapat digambarkan melalui  penulisan Skripsi / Tugas Akhir  ini, diantaranya adalah :
1.   Apakah sistem penerimaan calon karyawan sudah dilakukan secara komputerisasi ?
2.   Apakah alur atau proses penerimaan calon karyawan sudah dilakukan secara efektif dan efisien  ?
3.   Apakah penyimpanan data dan hasil sudah  tersusun  secara sistematis ?
4.   Apakah masih sering terjadi kekeliruan dalam penyusunan laporan penerimaan karyawan baru ?
5.   Apakah terdapat ketidak akuratan dalam proses penilaian hasil wawancara seleksi karyawan ?
6.   Bagaimana proses pelaporan kepada pimpinan ?

C.    BATASAN PERMASALAHAN
(Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.)

Pada dasarnya permasalahan dalam penerimaan sales ini cukup luas, tetapi agar sesuai yang telah direncanakan sebelumnya diperlukan batasan-batasan agar tujuan penelitian dapat tercapai. Adapun batasan-batasan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.   Data yang dianalisa merupakan data yang diperoleh dari Bank International Indonesia.
2.   Metode pengambilan data diperoleh dengan menggunakan surat lamaran yang dikirim oleh pelamar.
3.   Sistem yang dibangun masih bersifat stand alone.
4.   Model yang digunakan untuk pengambilan keputusan yaitu model Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW).
5.   Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman Netbeans dan database PHP Myadmin.
D.    Perumusan Masalah
(Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.)

1.   Bagaimana membuat aplikasi sistem keputusan penerimaan sales kartu kredit?
2.   Bagaimana proses penilaian dilakukan secara efektif dan efisien?
3.   Bagaimana memberikan pelaporan kepada pimpinan secara komputerisasi?
E.     Tujuan Penelitian
(Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.)

1. Dengan cara menggunakan bahasa pemograman dengan sistem keputusan yang menggunakan metode SAW.
2. Dengan cara membuat pengecilan angka yang diambil dari biodata pelamar sehingga kita bisa menghitung hasil dari data yang ada.
3. Dengan cara mengambil data dari database hasil yang telah diperoleh dari perhitungan yang telah didapatkan lalu dikirimkan melalui email.

F.     Sistematika Penulisan
(Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah)

Sebelum mengemukakan dan merumuskan keadaan perusahaan yang akan dibahas, terlebih dahulu akan dikemukakan sistematika penulisan yang akan dipergunakan dalam penulisan tugas  akhir ini agar lebih terarah sesuai dengan fokus tujuan yang dikehendaki. Adapun sistematika penulisan dari skripsi/tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I            PENDAHULUAN
            Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang gambaran awal          mengenai latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan        masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan             penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II           LANDASAN TEORI
            Memuat tentang kajian–kajian teori yang melandasi pembahasan dalam penulisan ilmiah. Bab ini meliputi pembahasan tentang pengertian dasar sistem, perancangan sistem, basis data. Selain itu, bab ini juga memuat tentang penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir.
BAB III          METODELOGI PENELITIAN
            Bab ini menjelaskan tentang waktu dan tempat penelitian, metode   penelitian, metode pengumpulan data, dan langkah-langkah        pengembangan sistem.
BAB IV          RANCANGAN SISTEM
Bab ini berisi definisi masalah dan penyelesaian, Algoritma penyelesaian masalah  dengan flowchart dan pseudocode, pembahasan algoritma, rancangan layar, penjelasan rancangan layar.
BAB V           HASIL DAN UJI COBA
            Bab ini berisi tentang penggunaan program (manual book), Ujicoba program dengan contoh data, pembahasan hasil ujicoba, penjelasan tentang kelebihan dan kelemahan sistem dan perbandingannya dengan sistem yang lain.
BAB VI          PENUTUP
            Dalam bab ini, penulis menyajikan tentang kesimpulan dan saran-    saran pada skripsi / tugas akhir ini.

2.2  LANDASAN TEORI
(Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.)

Dalam mendefinisikan sistem, ada dua kelompok pendekatan yaitu pendekatan yang menekankan pada prosedurnya dan pendekatan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya didefinisikan oleh Jogiyanto (2005:1) sebagai berikut :
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”
Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi di dalam sistem. Sedangkan, pendekatan sistem yang menekankan pada komponen atau elemennya didefinisikan oleh Jogiyanto (2005:2) bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem–sistem bagian (subsistem) yang saling berinteraksi, sebagai akibat adanya input yang diproses menjadi output/informasi, misalnya sebuah komputer terdiri dari beberapa komponen. Apabila salah satu bagian dari sistem tidak ada maka sistem tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

2.3  METODE PENELITIAN
(Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.)
Dalam melakukan penelitian senantiasa diperlukan suatu metode penelitian yang sesuai dengan pokok permasalahan yang akan diteliti, sedang metode penelitian itu sendiri menurut  Marzuki (2005: 10) bahwa penelitian merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis informasi data yang dilakukan dengan sabar, hati-hati, terencana dan sistematis serta berasarkan ilmu pengetahuan.
           Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk memecahkan masalah aktual, yaitu metode yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah yang aktual, dengan jalan mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasikannya, menganalisa dan menginterpretasikannya (Moh. Nazir, 2005:54). Senada dengan pernyataan tersebut, Ali menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang ada secara apa adanya. Objeknya berupa fenomena aktual, yang terjadi pada masa kini dalam suatu populasi tertentu atau berupa kasus yang aktual dalam kehidupan sehari-hari (Ali, 1993 dalam Sutedi, 2009: 58).
           Selain itu, penelitian ini menggunakan metode grounded (grounded research) yaitu suatu metode penelitian berdasarkan pada fakta dan menggunakan analisis di lapangan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan masalah yang ada selama ini. Dengan metode ini diharapkan dapat mengetahui kekurangan dari proses yang ada sehingga mempermudah penulis dalam membuat rancangan sistem informasi aplikasi pemberian kredit barang.
2.4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
a.       Pembahasan Algoritma model FMDAM dengan metode SAW
Dalam penerimaan pegawai dengan menggunakan model Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Addtive Weighting diperlukan kriteria-kriteria dan bobot untuk melakukan perhitungannya sehingga akan didapat alternative terbaik, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak diterima sebagai Sales berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan.
           
2.5 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
 Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
 Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian
A.    KESIMPULAN
Setelah melakukan analisis, perancangan, implementasi dan pengujian, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.    Sistem yang dibangun dapat membantu kinerja kerja user dalam penyeleksian penerimaan Sales.
2.    Sistem yang dibangun relatif dapat mempercepat proses penyeleksian penerimaan Sales.
3.    Sistem yang dibangun diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan tercapainya efisensi biaya.
4.    Sistem yang dibangun relatif dapat mempermudah user dalam menentukan menerima Sales.
B.     SARAN
Adapun saran-saran bagi user, admin dan Staf IT agar aplikasi ini dapat berguna dengan baik adalah sebagai berikut :
1.                  Pengelolaan bilangan Fuzzy dibuat jadi leih dinamis.
2.    Jika hasil akhir dari penjumlahan data sama, maka diperlukan kebijakan dari user yang bersangkutan untuk menerima Sales.
3.    Data yang dimasukkan kedalam program diharapkan menggunakan data yang benar.

3.    BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

DAFTAR PUSTAKA
Ferbrian Jack, 2004, Pengetahuan Komputer dan Teknologi Informasi, Informatika, Bandung.
G. Sri Hartai, B. Herry Suharto, M. SoesiloWijono, 2007, Pemrograman GUI Swing Java denganNetbeans 5, Andi, Yogyakarta.
Khoirudin, Akhmad Arwan. (2008) SNATI Sistem Pendukung Pengambilan
Keputusan Penentuan Kelayakan Calon Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional dengan Metode FUZZY Associative Memory. Universitas Islam Nusantara.
Kendall, Kenneth E, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Indeks, Jakarta, 2006.
Kristanto, Andi. 2003. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Kusumadewi, Sri., Hartati, S., Harjoko, A., dan Wardoyo, R. (2006). Fuzzy
Kusumadewi, Sri. (2005) Pencarian Bobot Atribut Pada Multiple-Attribute
Desestion Making dengan Menggunakan Algoritma Genetika.
Multi-Attribute Decision Making (FUZZY MADM). Yogyakarta: Penerbit
Graha Ilmu.
Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor. Penerbit : Ghalia Indonesia.
Nugroho, Adi. 2004. Konsep Pengembangan Sistem Basis Data. Bandung:
Informatika.

Sidik, Betha (2004) MySql. Info Bandung